Tidur Sehat

tidursehat.blogspot.com

Tidur sehat merupakan blog yang mencoba membantu anda untuk memenuhi kulitas tidur yang sempurna. Kami akan mencoba memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan anda mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan istirahat anda karena kami yakin dengan istirahat yang sempurna maka anda dapat melakukan kegiatan sehari-hari anda dengan sangat sempurna.

Tidur Sesuai Jadwal Detox Tubuh



Untuk menjadi sehat cukup dengan mengatur gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Olahraga, pola makan dan tidur teratur akan membuat kondisi tubuh melakukan penyerapan zat-zat makanan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna/racun (detoxin) sesuai jadwalnya.

Detoxin atau Detoxifikasi (Detox) adalah proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna (racun) di dalam tubuh kita. Detox alami terjadi pada waktu kita tidur dimalam hari, berikut ini adalah jadwal detox yang dilakukan tubuh kita.

pukul 21.00 – 23.00
Detox dibagian sistem kelenjar getah bening (antibodi)
Tubuh sebaiknya dalam kodisi santai atau mulai tidur

pukul 23.00 – 01.00
Detox dibagain hati, harus berlangsung dalam kondisi pulas pukul 01.00 – 03.00
Detox dibagian empedu juga berlangsung dalam kondisi tidur

pukul 03.00 – 05.00
Detox dibagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. maka tak perlu minum obat batuk

pukul 05.00 – 07.00
Detox dibagian usus besar, harus buang air di kamar kecil

07.00 – 09.00 Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yg tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Pernahkah Tubuh Anda Merasa Kaku dan Tidak Dapat Digerakkan Saat Tidur?



Jangan takut! Anda tidak sedang diganggu oleh makhluk halus. Menurut medis hal ini disebut dengan SLEEP PARALYSIS. Keadaan dimana ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Mendengkur Mempengaruhi Kecerdasan Anak




Banyak penyebab mendengkur, diantaranya adanya sumbatan oleh polip, atau alergi yang membuat selaput lendir membengkak sehingga penderita kesulitan bernapas dengan normal dan terpaksa harus bernapas lewat mulut sehingga menimbulkan bunyi. Tetapi mendengkur yang rata-rata dialami anak-anak biasanya terjadi karena adanya pembengkakan tonsil atau amandel.

Biasanya mendengkur terjadi pada anak ini paling banyak terjadi pada anak berusia 3-6 tahun. Pada anak-anak, kebiasaan mendengkur akan terhenti dengan berhentinya pertumbuhan tonsil dan adenoid. Yaitu ketika anak mulai memasuki usia 7-8 tahun. Betapapun kecil suara dengkur yang timbul ketika anak tidur, mengandung sejumlah resiko. Getaran yang konstan pada organ di tenggorokan akan menurunkan produksi ludah dan akan lebih cepat mengandung masuknya kuman pencetus infeksi. Selain itu, dengkur juga memicu gangguan tidur, padahal kenyamanan dan kecukupan waktu tidur sangat dibutuhkan anak-anak untuk pertumbuhannya.

Mendengkur harus dicermati, karena dapat menyebabkan suatu masalah kesehatan yang serius yang dikenal dengan istilah sleep apnea, yaitu terhentinya napas secara mendadak ketika tidur. Sleep apnea kerap dialami anak yang mempunyai kebiasaan mendengkur. Tanda-tandanya, tiba-tiba suara mendengkurnya berhenti, lalu akan tersentak bangun dan menarik napas sangat dalam dengan cepat sehingga menimbulkan suara keras.

Apapun penyebabnya, mendengkur dapat mengurangi kualitas tidur anak. Jika terjadi gangguan tidur harus segera mendapat pertolongan medis. Apalagi anak yang menderita apnea tidak mendapat penanganan serius dari dokter, anak akan mengalami problem perkembangan dan perilaku, termasuk meningkatnya pola gerakan tidur yang tidak beraturan.

Jika penyebabnya diketahui karena kegemukan, orang tua harus dapat memodifikasi pola makan si kecil. Jika mendengkur anak berkaitan dengan penyakit tertentu atau alergi, tanyakan kepada dokter anak cara terbaik yang bisa dilakukan. Untuk flu, anda mungkin cukup dengan menyembuhkannya. Tapi jika penyebabnya alergi, gunakan pembersih udara, buat ruangan bebas hewan peliharaan, monitoring apa yang anak makan, berikan obat-obatan yang bisa membantu.

Penemuan disebuah rumah sakit London Inggris mengungkapkan bahwa sleep apnea atau kelainan bernafas pada saat mendengkur akan dibarengi dengan hilangnya sejumlah sel yang terdapat dalam otak. Ini akan menjadi pemicu kerusakan otak dan kehilangan daya ingat. Terhalangnya jalan oksigen ke paru dan jantung oleh karena pembesaran tonsil yang berulang katika mendengkur diikuti dengan menurunnya kemampuan kerja kelenjar hipotalamus.Yang terdapat dalam otak.

Ternyata Tidur Dengan Lampu Menyala Berbahaya!!



Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Bantal dan Kasur Tempat Favorit Kuman!




Tanpa kita sadari, perlengkapan tidur yang setiap hari kita pakai merupakan tempat favorit kuman. Hal ini tentu tak bisa dibiarkan, terlebih kita menghabiskan waktu lebih dari 8 jam setiap hari.
Setiap manusia rata-rata melepaskan 1,5 juta sel kulit per jam dan mengeluarkan keringat 0,9 liter setiap hari, meski kita tidak melakukan kegiatan apa pun. Nah, sel-sel kulit mati yang rontok tadi bisa menempel di seluruh kasur dan bantal, menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan tungau debu yang disebut Dermatophagoides pteronyssinus.


Menurut Philip Tierno PhD, penulis buku The Secret Life of Germs, bila ditimbang, berat kasur kita rata-rata akan naik dua kali lipat dalam 10 tahun gara-gara akumulasi dari rambut, keringat, sel kulit mati, spora, bakteri, zat kimia, debu, tungau, serpihan tubuh serangga, hingga kotoran tungau. "Setelah lima tahun, 10 persen dari berat bantal adalah tungau debu. Ini adalah apa yang kita hirup saat tidur. Kotoran tungau merupakan pemicu alergi dan asma," kata Tierno.

Solusinya, lapisi kasur dan bantal dengan kain yang mudah dilepas dan dicuci. Selain itu, secara teratur cuci sprei, sarung bantal dan guling dengan sabun dan air panas bila memungkinan. Kuman akan mati dalam suhu 60 derajat celsius. Dan jangan lupa gunakan protect a bed

Feng Shui Untuk Kamar Tidur Anda



Kamar, merupakan area yang sangat pribadi bagi kita. Selain tempat untuk beristirahat, kamar juga tempat kita untuk melewatkan sebagian malam kita. Untuk itu kita benar-benar membutuhkan kamar yang nyaman dan tenang.
Kamar yang tenang dan nyaman ini, dapat didukung pula dengan feng shui yang tepat. Konon, jika posisi di kamar tidur, bisa mendatangkan kesuksesan tersendiri dalam hidup kita.
Untuk itu, para ahli fengsui menyarankan untuk memerhatikan beberapa hal di bawah ini demi kebaikan Anda:


Cermin
Keberadaannya di dalam kamar sebaiknya kini dipertimbangkan lagi. Ke mana pun arah hadapnya, pada dasarnya tidak baik meletakkan cermin di kamar tidur. Apabila telanjur, usahakan posisi kepala saat tidur tidak menghadap ke cermin. Menurut fengsui, hal itu kurang baik, karena akan membuat yang bersangkutan sulit tidur nyenyak lantaran sering diganggu "energi negatif" yang muncul akibat daya refleksi cermin. Kaca cermin di pintu lemari pakaian juga bisa timbulkan kesialan. Bukan tidak boleh, hanya saja, posisi hadapnya perlu dipikirkan ulang.

Meja dandan
Sebaiknya, jangan biarkan posisi meja bersolek menghadap langsung ke jendela. Cahaya dari luar yang silau akan dipantulkan kembali oleh cermin ke wajah Anda.

Kipas angin
Daya dorong kipas angin—semakin besar kipas semakin kuat, akan memotong atau menghambat energi chi yang ada di sekitar kamar tidur. Mereka yang sering tidur di bawah dorongan kipas angin cenderung mudah mengalami gangguan kesehatan atau penyakit.

Pesawat televisi
Meskipun dalam keadaan off, keberadaan televisi di kamar juga memberikan efek kurang baik. Televisi menyimpan energi yang cukup kuat, gelombang energinya dapat membuat tidur tidak nyenyak.

Posisi ranjang
Jangan membuat kepala ranjang menghadap pintu, sehingga posisi kepala dan kaki persis menghadap frontal ke pintu atau membentuk posisi tidur di peti mati. Pun, jangan biarkan kepala menghadap pintu kamar mandi atau cermin toilet. Refleksi yang ditimbulkan cermin atau toilet akan menimbulkan mimpi buruk bagi orang yang melakoninya.

Dapur
Pengaruh buruk juga bisa datang dari kamar tidur yang bersebelahan dengan dapur. Dalam fengsui, hal itu akan menimbulkan perasaan tidak kerasan di rumah.

Lemari dan baju bekas
Fengsui sepertinya memang menjauhi benda usang untuk menyertai tidur Anda. Untuk itu, lemari yang sudah tak terpakai, misalnya, sebaiknya sudah tak lagi ada di kamar tidur. Menurut fengsui, hal itu akan menyulitkan aliran Qi. Efek tidak lancarnya Qi menyebabkan bermacam kesulitan dan masalah mendera penghuni kamar. Selain kesehatan terganggu, nasib pun seringkali tidak jelas dibuatnya. Sementara itu, baju-baju bekas juga tidak disarankan ada di kamar tidur. Bukan harus dibuang, melainkan ditempatkan di tempat tersendiri yang lebih baik dan dipindahkan ke ruang lain. Energi masa lalu dari baju bekas akan menghambat nasib baik datang pada Anda sebagai penghuni kamar.

Kurang Tidur?? Awas Serangan Flu



Tidur nyenyak di malam hari merupakan satu cara terbaik mencegah flu. Sebuah studi menunjukkan, orang-orang yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam, 3 kali lebih mudah terserang flu daripada mereka yang tidur paling tidak 8 jam sehari.

Tidur perangi flu

Dalam studi yang melibatkan 153 laki-laki dan perempuan sehat sebagai partisipan. Masing-masing partisipan membuat catatan mengenai kebiasaan tidur mereka selama 14 hari. Mulai dari berapa lama dan berapa nyenyak mereka tidur di malam sebelumnya serta apakah mereka merasa sudah cukup beristirahat.

Setelah 14 hari, para partisipan dikarantina, diberikan tetes hidung yang mengandung virus penyebab flu (rhinovirus), serta memonitor selama 5 hari untuk melihat munculnya gejala-gejala flu.

Hasilnya menunjukkan, mereka yang rata-rata tidur kurang dari 7 jam setiap malam memiliki risiko 3 kali lebih mudah terserang flu daripada mereka yang melaporkan tidur 8 jam atau lebih setiap malam, pada minggu-minggu sebelum dilakukan penelitian.

Kualitas, bukan masalah kuantitas

Tidur bukan hanya masalah kuantitas. Persentase waktu yang dihabiskan untuk benar-benar tidur, juga sangat penting.

Sebagai contoh, mereka yang menghabiskan 92% waktu mereka di tempat tidur untuk terbaring atau tertidur, 5 1/2 kali lebih mudah terserang flu daripada mereka yang menghabiskan 98% waktunya di tempat tidur untuk benar-benar tidur. Merasa cukup beristirahat, tidak dikaitkan dengan kemungkinan terserang flu.

Para peneliti menulis "hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tidur berperan sebagai penyebab kerentanan terserang flu."